BOGORKU.Id I JASINGA – Kesenjangan akses pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor berpotensi teratasi secara lebih optimal dan merata berkat hadirnya program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pembangunan Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 6,7 hektar di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dalam waktu dekat akan mulai dirasakan manfaatnya oleh sekitar 2.000 pelajar.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa melalui program ini, sebanyak dua ribu siswa akan mendapatkan layanan pendidikan secara cuma-cuma.
”Alhamdulillah, Sekolah Rakyat yang dibangun di Kabupaten Bogor ini berlokasi di wilayah Bogor Barat, tepatnya di Kecamatan Jasinga. Lokasinya juga strategis dan tidak jauh dari Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, maupun Kecamatan Nanggung,” ujar Rudy saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (13/7).
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata dari gagasan besar Presiden untuk pemerataan kualitas pendidikan nasional.
”Masih banyak masyarakat yang mungkin belum memahami program ini secara utuh, namun sudah memberikan berbagai penilaian. Hari ini kita bisa melihat langsung, Sekolah Rakyat ini dibangun dengan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” jelasnya.
Secara prioritas, program ini ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Namun, mengingat jumlah calon peserta didik dari daerah ini belum memenuhi kuota yang tersedia, penerimaan siswa sementara waktu juga digabungkan dengan calon peserta dari beberapa kabupaten dan kota sekitarnya.
”Kita melihat program ini sebagai investasi masa depan bangsa Indonesia 10 tahun ke depan. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan fasilitas dan sistem pendidikan yang setara dengan sekolah swasta unggulan yang biayanya sangat mahal. Bedanya, di Sekolah Rakyat ini seluruh fasilitas diberikan secara gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa tidak hanya pendidikan yang cuma-cuma, sejumlah fasilitas penunjang seperti tempat tinggal, seragam sekolah, hingga konsumsi makan tiga kali sehari semuanya disediakan secara gratis. Seluruh kebutuhan pendidikan dan penunjangnya ditanggung sepenuhnya oleh negara tanpa memungut biaya apapun.
”Untuk jenjang selanjutnya, lulusan SMA dari Sekolah Rakyat juga sudah disiapkan jalur pendidikannya untuk melanjutkan ke berbagai institusi yang telah disiapkan pemerintah, seperti Universitas Pertahanan, berbagai politeknik, hingga akademi milik negara lainnya,” tambahnya.
Ia menilai langkah ini sebagai investasi terbaik bagi bangsa. Dengan persiapan yang matang sejak saat ini, dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia akan melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan kualitas unggul.
”Perhatian Presiden tidak hanya terfokus pada Sekolah Rakyat. Pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan pembangunan dan renovasi sekolah negeri maupun swasta melalui Bantuan Langsung Presiden, yang juga dirasakan sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor. Sebanyak 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia akan direnovasi dan diperbaiki melalui program ini,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus membangun sejumlah perguruan tinggi dan politeknik baru sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
”Kami tentu sangat bangga Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah penerima program ini. Masyarakat pun bisa melihat langsung kualitas fasilitas yang sedang dibangun. Diharapkan dalam dua hingga tiga minggu ke depan seluruh pembangunan dapat tuntas, sehingga sekolah ini bisa segera beroperasi melayani para siswa,” pungkasnya.











