Enam Tahun Jadi Sopir Ambulans Siaga Desa Ciherang, Ferry Layanin Masyarakat dengan Ikhlas dan Tanggung Jawab ‎

‎Bogorku. id – DRAMAGA — Enam tahun telah berlalu sejak J. Ferry memutuskan mengabdikan dirinya menjadi sopir Ambulans Siaga Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga. Sejak tahun 2020 hingga kini, ribuan jam telah ia lalui di balik kemudi, selalu siaga 24 jam penuh demi melayani warga yang membutuhkan pertolongan.

Bacaan Lainnya

‎Tugasnya sungguh tak ringan. Ia harus siap mengantar pasien berobat ke rumah sakit kapan saja, bahkan di tengah malam sekalipun. Tak hanya itu, ia juga bertugas memuliakan jenazah, mengantar dari rumah maupun rumah sakit menuju Tempat Pemakaman Umum.

‎Pengabdiannya pun tak mengenal batas desa. Ketika mobil ambulans desa sedang membawa pasien, tiba tiba ada warga yang sakit dan perlu pertolongan cepat. Dirinya terkadang berkordinasi dengan sopir ambulans desa lain untuk meminta bantuan.

‎Hal tersebut juga sebaliknya, ketika mobil ambulans siaga desa tidak membawa pasien dan ada warga dari desa lain membutuhkan bantuan dirinya kerap membantu.

‎”Kalau mobil siaga lain sedang bertugas, kami saling berkoordinasi. Kalau mereka tak bisa melayani, siapa lagi yang akan membantu warga?” ujarnya tulus.

‎Pengabdiannya meluas hingga melintasi batas kabupaten, bahkan provinsi. Pernah, ia mengantar jenazah warga Ciherang menempuh perjalanan jauh hingga ke Madura dan Purwokerto . Dalam  perjalanan panjang yang dijalani penuh tanggung jawab.

‎Pengalaman Mistis Tak Menggoyahkan Niatnya dalam membantu masyarakat.

‎Di balik suka dan duka bertugas, Ferry menyimpan pengalaman yang tak terlupakan. Pernah suatu ketika mesin ambulans dalam keadaan mati, namun tiba-tiba seluruh lampu kendaraan menyala sendiri. Meski sempat merinding, keyakinannya tetap teguh.

‎Ia yakin, apa yang dijalaninya adalah bagian dari perjalanan mulia mengabdi kepada sesama.

 

‎Menganggap Warga Layaknya Keluarga Sendiri

 

Kekuatan terbesarnya lahir dari keikhlasan hati yang mendalam.

‎”Ketika ada orang tua yang wafat, kami anggap itu orang tua sendiri. Ketika ada anak kecil yang meninggal, kami pun merasa kehilangan layaknya anak sendiri. Itulah sebabnya kami melakukannya sepenuh hati dan ikhlas,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

‎Kebaikannya pun berbalas kebaikan. Tak jarang, petugas kepolisian dan komunitas pengemudi daring dengan sigap membuka jalan bagi ambulans. Ferry pun aktif bersama komunitas CMD Kabupaten Bogor, terus berbagi tenaga demi kemanusiaan tanpa pamrih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *