Bogorku.id — CIBINONG — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuatnya menjaga pengisian jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor murni berbasis kompetensi dan meritokrasi, melalui mekanisme seleksi terbuka.
Langkah ini diambil guna memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan, potensi, serta gagasan yang dibutuhkan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Rudy usai memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, serta pengangkatan CPNS menjadi PNS, di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis (1/10).
”Pelantikan hari ini mencakup jabatan Eselon II, III, IV, hingga kepala seksi dan tim. Semuanya kami proses lewat seleksi terbuka,” tegas Rudy.
Proses seleksi dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai unsur mulai dari akademisi perguruan tinggi, Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, BKPSDM, DPRD Kabupaten Bogor, hingga praktisi.
Hasil penilaian dikumpulkan secara menyeluruh sebelum menetapkan siapa yang terpilih, dan tetap mengantongi persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Salah satu hal yang menonjol, dua ASN yang awalnya mendaftar untuk jabatan kepala seksi dan kepala subbagian, justru dinilai layak dan dilantik sebagai kepala bidang jabatan yang jenjangnya jauh lebih tinggi.
”Melihat potensi dan pola pikirnya yang sangat konstruktif, kami melantik mereka bukan di posisi yang didaftarkan, melainkan di posisi yang lebih strategis. Ini bukti bahwa kami melihat kemampuan, bukan sekadar jabatan yang dimohon,” ungkap Rudy.
Dari proses yang telah berjalan, lima pejabat Eselon II telah dilantik, sementara tiga jabatan serupa masih dalam tahap asesmen dan seleksi terbuka.
Camat di seluruh wilayah kini sudah terisi, namun beberapa posisi Sekretaris Camat dan Sekretaris Dinas masih dalam proses pengisian menyusul masa pensiun pejabat lama.
”Kami tidak bisa sekadar melantik. Semua harus mengikuti prosedur, termasuk koordinasi dan persetujuan Kementerian Dalam Negeri serta BKN. Aturan harus dijunjung tinggi,” jelasnya.
Rudy menegaskan seleksi terbuka menjadi ruang setara bagi seluruh ASN —dari perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan untuk menunjukkan kapasitas, gagasan, dan kinerjanya tanpa memandang kedekatan personal.
”Sebanyak 98 persen yang dilantik hari ini tidak kami kenal secara pribadi. Yang kami lihat hanyalah kemampuan dan potensi mereka. Di Kabupaten Bogor, kesempatan terbuka lebar bagi siapa saja yang kompeten dan berintegritas,” pungkas Rudy.











