270 Siswa Sekolah Rakyat Jasinga Resmi  Mulai Belajar  ‎

Bogor‎ku.id – JASINGA – Sebanyak 270 siswa Sekolah Rakyat Terintergrasi 1 menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 – 2027 di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, pada Jumat 21 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

‎Kegiatan pendidikan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dibuka Sekda Ajat mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dihadiri Para Kepala Dinas, Camat se Kabupaten Bogor dan Kepala Desa.

‎Sekolah Rakyat Permanen Jasinga memiliki kapasitas maksimal hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi.

‎Sekretaris Daerah (Sekdakab) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyatakan bahwa Pemkab Bogor menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 yang berlokasi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga

‎”Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Permanen Jasinga menerima 270 siswa yang terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA,” ujar Ajat.

‎Para siswa tersebut menjadi angkatan pertama yang mengikuti pendidikan di kampus permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor. Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school dengan seluruh kebutuhan utama peserta didik ditanggung negara.

‎Untuk fasilitas yang diberikan mencakup pendidikan, asrama, konsumsi, seragam, hingga perlengkapan belajar. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung sehingga siswa dapat fokus belajar sekaligus mengembangkan potensi dan karakter.

‎“Sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya Desil 1 dan Desil 2, yang berisiko putus sekolah atau menghadapi hambatan sosial ekonomi,” terang Ajat.

‎Ajat menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Bogor. Pendidikan menjadi salah satu instrumen strategis untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.

‎“Kita ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak menjadi warisan antargenerasi, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai tersebut,” tegasnya.

‎Sekolah Rakyat Permanen Jasinga merupakan kelanjutan dari program Sekolah Rakyat rintisan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bogor sejak 2025. Sebelumnya, kegiatan pendidikan rintisan berlangsung di Sentra Terpadu Inten Soeweno untuk jenjang SMP dan Sentra Galih Pakuan untuk jenjang SMA.

‎Pelaksanaan MPLS pada 20–21 Agustus 2026 menjadi momentum dimulainya operasional Sekolah Rakyat Permanen Jasinga sekaligus menandai hadirnya fasilitas pendidikan berasrama dengan kapasitas hingga 1.000 siswa di Kabupaten Bogor.

‎“Selain Jasinga, Pemkab Bogor juga terus mengoptimalkan sejumlah lokasi sekolah rakyat rintisan di beberapa titik, di antaranya BNN Lido, Tagana Training Center, Pusbang Aparatur SDM Perhubungan, serta Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian,” pungkasnya.

 

‎Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf menambahkan jika para siswa-siswa Sekolah Rakyat tersebut langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah MPLS.

 

‎Selama bersekolah Sekolah Rakyat, siswa tinggal di asrama, dan untuk kebutuhannya semua ditanggung di Sekolah Rakyat.

 

 

‎”Sekolah Rakyat ini fasilitas dari pemerintah, yang digagas langsung oleh bapak presiden,maka kami berharap siswa memanfaatkannya sebaik mungkin, belajar dengan serius. Sehingga anak-anak yang berasal dari desil 1 diharapkan memperoleh pendidikan yang layak, mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *