Bogorku.id — DRAMAGA — Kampung Dayeuh Cilubang di Rw 02, Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, dikembangkan tak hanya sebagai kawasan wisata bernuansa tempo dulu yang kental dengan ornamen kesundaan, tetapi sekaligus menjadi pusat perekonomian warga.
Kampung ini merupakan sentral pengrajin sepatu bayi yang dipadukan dengan konsep Dayeuh Pajajaran.
Kepala Desa Sukadamai, H. Pepen Supendi, menjelaskan pembangunan telah berjalan satu bulan lebih dengan progres mencapai 70%. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan pagar bambu, pembangunan pos jaga, lokasi bank sampah, marka jalan, dan ornamen kawasan Dayeuh.
Pembangunan Dayeuh Pajajaran di RW 002 Kampung Cilubang akan dipasang lampu penerangan jalan tenaga surya, lengkap dengan lampu hias di gapura, pos kamling, dan sepanjang jalan utama kawasan.
Termasuk, penataan di depan Kampung yang dulunya kawasan gardu PLN, sekarang di sulap menjadi gerbang masuk dan dilengkapi tulisan ucapan selamat datang di Kampung Dayeuh Cilubang.
“Kampung Dayeuh Cilubang tidak hanya penataan lingkungan tetapi dilengkapi juga dengan KRL,* ungkapnya.
Pepen mengungkapkan untuk Kampung Dayeuh konsepnya yakni wisata tempo dulu berpadu dengan sentra UMKM Sepatu Baby.
Pengunjung tidak hanya menikmati suasana kampung tempo dulu, tetapi juga dapat langsung melihat tugu sepatu baby yang sengaja dibuat untuk menarik wisatawan lokal atau luar daerah.
”Kampung Cilubang merupakan sentral pengrajin sepatu bayi. Dipadukan dengan Dayeuh Pajajaran, tujuannya selain melakukan penataan lingkungan dirapatkan bisa mengeliatkan kembali para pelaku usaha yang ada di wilayah Desa Sukadamai,” jelas H. Pepen.
Selain Dayeuh Pajajaran, berkat Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Bogor, Desa Sukadamai juga membangun penahan tebing (TPT), betonisasi jalan lingkungan, dan berbagai program pembangunan lainnya.
”Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Sukadamai, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade). Semoga pembangunan ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi desa kami ke depan,” pungkas H. Pepen.











