Ketua Komisi IV DPRD Bogor Minta Disdik Kabupaten Bogor Menginventarisasi Menyeluruh Sekolah Rusak, Jangan Sampai Ada Lagi Sekolah Terpal. ‎

 

‎Bogorku.id DRAMAGA – Menyusul kasus memprihatinkan akan adanya kerusakan bangunan sekolah yang menimpa SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno turut menyampaikan keprihatinan mendalam.

Bacaan Lainnya

‎Terkait kondisi sekolah tersebut, Wakil Bupati Bogor  Jaro Ade telah angkat bicara dan meminta dukungan PT Antam melalui program Tanggung Jawab Sosial (CSR). Informasi terbaru menyebutkan pihak PT Antam telah merespons dan akan membantu penyediaan tempat belajar yang aman sementara waktu bagi para siswa.

‎Wasto menegaskan permasalahan kerusakan sekolah bukan hanya terjadi di Nanggung. Sebelumnya, kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Tenjolaya.

‎”Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor harus segera melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang kondisinya rusak. Hal ini guna mencegah kejadian serupa terulang dan menimbulkan risiko yang lebih besar,” tegasnya.

‎Wasto menjelaskan, kerusakan gedung sekolah dikelompokkan menjadi tiga kategori yakni rusak ringan, sedang, dan berat. Menurutnya, menuntaskan seluruh kerusakan sekaligus dalam satu periode kepemimpinan memerlukan anggaran yang sangat besar dan tidak mungkin dilakukan secara serentak mengingat banyaknya kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.

‎”Sejak awal periode ini, penanganan dilakukan secara bertahap, diprioritaskan dari kerusakan yang paling berat dan mendesak. Namun kita akui, jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan sangat banyak,” ujar politisi Partai PKS usai menghadiri pengajian MUI tingkat Kecamatan di Desa Ciherang, pada Selasa 21 Juli 2026 .

‎Ia menekankan pentingnya data lengkap yang menjadi acuan bersama antara Dinas Pendidikan, Bappeda, hingga tingkat kecamatan. Pihak sekolah pun diminta rutin menyampaikan usulan perbaikan. Lebih jauh, Wasto mengimbau agar pihak sekolah melakukan pemeliharaan rutin lebih diutamakan.

‎”Sebenarnya sudah ada anggaran pemeliharaan. Jika ada kerusakan kecil seperti atap bocor atau bagian yang rusak sedikit, segera perbaiki oleh pihak sekolah. Jangan menunggu sampai kerusakan meluas dan biayanya menjadi berkali-kali lipat lebih besar,” imbaunya.

‎Kondisi sarana prasarana yang tidak layak, kata dia, secara tidak langsung memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mengingat pendidikan merupakan salah satu komponen utamanya. Fasilitas yang aman dan nyaman sangat menunjang konsentrasi belajar siswa.

‎Sambil menunggu perbaikan permanen selesai, Wasto mengizinkan penyesuaian proses belajar mengajar. “Bisa diterapkan sistem jam bergeser atau belajar di luar kelas. Kita juga bisa memanfaatkan pembelajaran berbasis alam atau metode campuran, yang terpenting mutu pendidikan tetap terjaga dan suasana belajar tetap menyenangkan bagi siswa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *