Bogorku.id — DRAMAGA — Pembangunan Kampung Dayeuh di Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, tak sekadar penataan lingkungan.
Lebih dari itu, kawasan ini dirancang untuk menghidupkan kembali identitas dan kebudayaan Sunda yang mulai terlupakan.
Kawasan Dayeuh Pajajaran sepanjang 300 meter ini menghubungkan Kampung Cimoboran RW 03 dengan Kampung Cibeureum Inpres. Di sepanjang jalur ini, pengunjung disambut berbagai pagar bambu dengan ornamen khas Sunda:
Uniknya, Kampung Dayeuh Sukawening dilengkapi Leuwit (tempat menyimpan padi), Lisung (wadah yang digunakan untuk menumbuk padi menjadi beras dengan bantuan halu atau tongkat kayu).
Tidak hanya itu, keberadaan padi-padi yang sudah diikat (disebut pocong atau ikatan padi) diletakkan berjejer rapi di Jalan Dayeuh menjadi daya tarik pengunjung yang ingin berswafoto.
”Keunikan arsitektur berbahan bambu menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa menikmati suasana berbeda sekaligus mengenal kembali kekayaan seni bangunan tradisional kita,” ungkap Muhamad Soheh dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sukawening.
Pembangunan ini melibatkan tenaga ahli dan pekerja lokal, sehingga tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Kawasan ini juga dirancang terintegrasi dengan desa wisata, jalan poros desa, dan fasilitas pengelolaan sampah.
”Konsep Dayeuh Pajajaran dengan suasana perkampungan adat diharapkan menciptakan ciri khas tersendiri bagi Desa Sukawening. Semoga ini menjadi ruang belajar sekaligus pelestarian budaya bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Pembangunan ini terealisasi berkat dukungan anggaran dari Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Semoga terus terjaga dan menjadi kebanggaan warga.











