Perbaikan Irigasi Cigamea Cibungbulang Atasi Kekeringan, Jaga Ketahanan Pangan ‎

BOGORKU.id | CIBUNGBULANG –Mengatasi ancaman kekeringan di musim kemarau dan mendorong swasembada pangan, saluran irigasi Cigamea di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang telah diperbaiki melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian PUPR.

‎Pembangunan saluran irigasi Cigamea  sepanjang 400 meter disambut sumringah oleh para petani . Alhasil, selain bisa mengatasi kekeringan ketika musim kemarau hasil panen bisa  melimpah.

‎Ketua P3A Simegatani Desa Situ Ilir, Muhammad Zulfikri menyampaikan bahwa sebelumnya banyak saluran persawahan yang rusak parah.

“Saat musim hujan air tak bisa mengalir dari hulu ke hilir karena banyak bagian yang jebol, sedangkan saat kemarau sawah mengalami kekeringan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

‎Perbaikan saluran irigasi Cigamea ini sudah sangat dinantikan masyarakat, khususnya para petani.

 “Saluran sepanjang 400 meter ini sangat membantu kami. Puluhan hektar sawah kini tak lagi cemas kehabisan air saat musim kemarau tiba,” tambah Zulfikri.

‎Ia menambahkan, Desa Situ Ilir merupakan salah satu lumbung padi dan palawija yang memasok kebutuhan hasil tani ke berbagai pasar tradisional di wilayah Bogor Barat dan seluruh Kabupaten Bogor.

Oleh karena itu, Zulfikri berharap program serupa dapat berlanjut, mengingat masih banyak saluran irigasi lain yang membutuhkan perbaikan.

 “Adanya perbaikan irigasi dari Kementerian sangat membantu petani untuk menjamin pasokan air ke persawahan dan ladang pertanian,” ungkapnya.

‎Terpisah, Kepala Desa Situ Ilir, Subhan menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas perbaikan saluran irigasi Cigamea.

“Kami sangat berterima kasih, perbaikan ini sangat meringankan beban petani dalam hal pemenuhan kebutuhan air,” katanya.

‎Ia juga mencatat bahwa kerusakan saluran sekunder yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi belum seluruhnya terjangkau. Dari total luas wilayah Desa Situ Ilir 340 hektar, sekitar 40% di antaranya adalah area pertanian.

‎Saat ini Desa Situ Ilir belum masuk dalam zona pembangunan prioritas, artinya belum dialihfungsikan untuk perumahan dan masih dikelilingi oleh hamparan lahan pertanian.

“Perbaikan irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Kami berharap irigasi pertanian di Desa Situ Ilir bisa berfungsi maksimal lewat dukungan perbaikan dari pemerintah,” tukas Subhan.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *