Bogorku.id – CIAMPEA – Semangat dan antusiasme warga Desa Cihideung Udik (Cihud) Kecamatan Ciampea, dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) terus menunjukkan tren positif. Pada penyelenggaraan MTQ Desa Cihideung Udik tahun 2026 ini, jumlah peserta tercatat sebanyak 32 orang, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 28 peserta.
Keenam kategori yang diperlombakan masing-masing dibagi menjadi golongan Putra dan Putri, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 cabang perlombaan.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun perhatian warga terhadap MTQ terus bertambah. Ini membuktikan masyarakat Desa Cihideung Udik sangat antusias dalam mengikuti lomba MTQ ,” ungkap Ketua Panitia MTQ Desa Cihideung Udik, Ustadz TB. Cecep Muhyiddin.
Beliau mengungkapkan potensi yang dimiliki Desa Cihud patut dibanggakan. Sejak tahun 2003, desa ini telah membuktikan kemampuannya dengan meraih juara di tingkat kecamatan untuk tiga kategori lomba. Prestasi gemilang ini berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, bahkan perwakilan Desa Cihideung Udik telah menembus hingga tingkat provinsi.
Keunggulan Desa Cihideung Udik diakui sebagai salah satu yang terkuat se-Kecamatan Ciampea, terutama pada cabang Tilawah. Hal ini didukung pula dengan keberadaan Pondok Tafhid Qur’an serta pesantren di wilayah desa.
Untuk para peserta yang berlaga di MTQ tahun 2026 merupakan putra-putri asli pribumi, bukan pendatang dari luar daerah. Adapun para juri yang ditunjuk untuk MTQ tingkat Desa ini pun bukan orang sembarangan — mereka adalah mantan juara tingkat Provinsi Jawa Barat, sehingga penilaian dijamin berkualitas dan profesional.
“Tahun lalu pun masih ada yang meraih juara di tingkat kecamatan, dan dari potensi yang ada, tidak sedikit yang berpeluang melangkah lebih jauh lagi,” tambahnya.
Dalam upaya pembinaan jangka panjang, panitia melibatkan para juri yang sekaligus berfungsi sebagai pembina kader tilawah.
“Kami menyiapkan kader yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta menghafal minimal lima juz. Terutama untuk kategori tilawah dewasa, insya Allah dari pengamatan kami, peserta yang saat ini tampil berpotensi menjadi juara seperti halnya pemenang tahun 2023,” jelas Ustadz Cecep.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan, penyelenggaraan MTQ ini bermakna mendalam bagi warga.
“Tujuan kami bukan sekadar menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan, melainkan menjadikannya pedoman hidup sehari-hari. Semoga Al-Qur’an benar-benar menjadi panduan akhlak kita semua,” ujarnya penuh harap.

Di tengah semangat yang membara, panitia juga menyampaikan kendala yang dihadapi. Salah satu hambatan terbesar adalah benturan waktu pelaksanaan MTQ dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun pesantren.
“Banyak peserta berpotensi meraih juara di tingkat kecamatan, namun terhalang peraturan pesantren yang melarang pulang atau dijemput sebelum masa pendidikan minimal 40 hari. Padahal kami kehilangan peluang emas karena hal ini,” ungkap panitia.
Oleh karena itu, dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kecamatan, panitia menyampaikan harapan agar penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten di masa mendatang disesuaikan pada saat masa libur sekolah.
“Kami berharap ke depannya pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan diadakan saat masa libur anak sekolah, sehingga potensi para peserta tidak terbuang sia-sia dan Desa Cihideung Udik dapat mengirimkan perwakilan terbaiknya tanpa kendala,” pintanya.

Sementara itu, Shakila Ramadhani, peraih Juara I Lomba Murottal Qur’an Tingkat Desa Cihideung Udik, mengaku tidak menyangka bisa meraih juara pertama di cabang Tilawah Putri. Sebelum mengikuti perlombaan, ia berusaha keras berlatih dengan tekun demi mengharumkan nama Kampung Paburan di tingkat Desa.
“Saya berharap MTQ tingkat Desa ini menjadi wadah bagi para pencinta Al-Qur’an dalam mengasah kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ucap Shakila penuh semangat.











