Jalan Petir Longsor, Akses Lalu Lintas Terputus Total

Jalan Petir Longsor, Akses Lalu Lintas Terputus Total

‎DRAMAGA – Ruas jalan kabupaten di wilayah Desa Petir, Kecamatan Dramaga, mengalami longsor di empat titik berbeda. Peristiwa ini menyebabkan akses jalan terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif.

‎Kepala Desa Petir, Sukardi, menjelaskan bahwa longsor ini menimpa jalur penghubung Desa Petir menuju Desa Purwasari dan Desa Sukadamai. Keempat titik longsor tersebut tersebar di beberapa kampung, yakni Kampung Malingping RT 04/01 (dua titik dengan panjang masing-masing 50 meter dan 8 meter, kedalaman 40 meter dan 8 meter), Kampung Jadipa RT 03/07 (panjang 10 meter, kedalaman 8 meter), serta Kampung Petir Tonggoh RT 04/07 (panjang 8 meter, kedalaman 10 meter).

‎Dugaan sementara menyebutkan penyebab utama longsor adalah saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal atau bahkan tidak tersedia. Saat hujan deras turun, air bah tidak tertampung dan justru mengalir di atas badan jalan, lalu merembes masuk ke tebing-tebing di pinggir jalan hingga akhirnya tanah longsor.

‎”Air hujan mengalir deras di jalan raya dan masuk ke tebingan. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir akan ada longsor susulan. Di salah satu titik, jarak longsor hanya sekitar 5 meter dari jembatan, jadi dikhawatirkan bangunan jembatan tersebut juga terdampak,” ungkap Sukardi.

‎Dampak dari bencana ini cukup besar. Di lokasi longsor, warga telah memasang garis polisi dan memberlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan yang ingin lewat. Di titik longsor di Kampung Petir Tonggoh, kondisi tanah yang terus bergerak juga mengancam keamanan dua unit rumah warga yang berada di bagian bawah tebing. Selain kerusakan fisik pada jalan, aktivitas ekonomi warga pun terganggu, mengingat jalan ini merupakan jalur vital lalu lintas barang dan jasa.

‎Sukardi meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat agar kerusakan tidak meluas dan akses warga kembali lancar.

‎Hal senada juga disampaikan oleh Agung, salah satu warga Desa Petir. Ia berharap pemerintah segera membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di titik-titik rawan longsor. Menurutnya, pembangunan TPT sangat diperlukan demi keselamatan warga dan mencegah kerusakan jalan yang semakin parah akibat longsor susulan.

‎”Kami berharap pemerintah segera bertindak. Pembangunan tembok penahan tanah sangat mendesak, demi keselamatan kami dan agar jalan ini tidak rusak lebih parah lagi,” pungkas (AS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *