Bogorku.id – JAKARTA – IPB University bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kyoto University Jepang menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-8 Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026 pada 23–24 Juli 2026 secara hibrida.
Mengusung tema “Menuju Mega-Urbanisasi Tangguh dan Berkelanjutan di Negara Selatan Global”, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan pakar dunia untuk merumuskan kebijakan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih baik.
Dengan lebih dari 30 juta penduduk, kawasan Jabodetabek dinilai sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia sekaligus ruang uji strategis untuk mengembangkan solusi ilmiah bagi tantangan perkotaan.
Isu yang dibahas mencakup perubahan penggunaan lahan, tekanan infrastruktur, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, hingga ketimpangan sosial.
Acara dibuka oleh Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Selamet, dilanjutkan dengan pemaparan kunci Kepala BRIN Prof. Arif Satria. Hadir pula pembicara ahli dari dalam dan luar negeri, antara lain Prof. Dr. Ernan Rustiadi (IPB), Prof. Delik Hudalah (ITB), Dr. Dorina Pojani (Universitas Queensland), Prof. Izuru Saizen (Kyoto University), dan Prof. Jan Ženka (Universitas Ostrava).
Ketua Jabodetabek Study Forum, Prof. Ernan Rustiadi, menyampaikan harapan agar hasil diskusi tidak hanya berupa publikasi ilmiah, melainkan juga kontribusi nyata bagi penyusunan kebijakan pembangunan metropolitan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
“Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi global untuk menghasilkan solusi atas tantangan mega-urbanisasi. Kami ingin memperkuat peran Indonesia sebagai rujukan bagi negara-negara berkembang,” ujar Ketua Panitia Dr. Setyardi Pratika Mulya.
Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University Prof. Baba Barus menambahkan, pembangunan kota juga berdampak pada wilayah pedesaan sekitar, sehingga pendampingan di kawasan seperti Cibulao Puncak tetap diperkuat.
Melalui konferensi ini, IPB University juga memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda EQUITY (Enhancing Quality, Universality, and Interdisciplinary Research) melalui peningkatan kualitas riset, internasionalisasi akademik, serta penguatan jejaring global.
Konferensi menghadirkan akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional untuk mendiskusikan berbagai isu strategis, seperti tata kelola metropolitan, ekologi perkotaan, mobilitas dan transportasi, perumahan dan urban sprawl, ekonomi digital, integrasi tata ruang darat-laut, urban informality, hingga masa depan Jakarta pasca pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Konferensi diikuti akademisi dan peneliti dari 12 negara, yaitu Indonesia, Jepang, Republik Ceko, Belanda, Amerika Serikat, Tiongkok, Filipina, Malaysia, Irlandia, Timor-Leste, Zimbabwe, dan Kenya.
Sebanyak sekitar 50 makalah terpilih akan dipublikasikan pada prosiding dan jurnal ilmiah bereputasi, termasuk IOP Proceedings, JRCP, Geoplanning, dan JP2WD.
Selain sesi ilmiah, peserta juga mengikuti editorial forum publikasi internasional serta field excursion ke Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Kampung Aquarium untuk mengamati secara langsung dinamika mega-urbanisasi, pengembangan TOD, urban farming, dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Berkontribusi pada SDGs 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan dan SDGs 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.











