Bogorku.id – CIAMPEA- Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026 yang melibatkan tiga lembaga pendidikan kejuruan, yakni SMK Satu Pelita, SMK Dua Pelita Ciampea, dan SMK Pelita Kesehatan, resmi ditutup.
Puncak acara berlangsung meriah di Lapangan Sukarna Ciampea, Rabu (22/7/2026), ditandai dengan demonstrasi kemampuan dari sekitar 18 unit ekstrakurikuler mulai dari pencak silat, pramuka, paskibra, PMR, hingga multimedia.
Kegiatan dirancang selama lima hari mulai Jumat lalu, dengan koordinasi erat bersama Kecamatan Ciampea, instansi setempat, serta para pemangku kebijakan wilayah.
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Pelita, Yosan Taufik Ismail, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang berlangsung efektif selama tiga hari inti pembekalan. Ada tiga hal utama yang ditanamkan kepada siswa baru:
Pertama, pengenalan mendalam lingkungan sekolah, mulai fasilitas, aturan, hingga tata kehidupan bermasyarakat sekolah.
Kedua, membimbing siswa mengenali diri sendiri, menemukan minat dan bakat terpendam di bidang seni, kreasi, maupun potensi positif lainnya.
Ketiga, memberikan arahan jelas tentang tujuan pembelajaran dan pengembangan bakat yang akan didampingi sekolah secara berkelanjutan.
Dalam amanat penutupan, Yosan tegas mengingatkan seluruh siswa untuk menjauhi perilaku negatif, khususnya maraknya isu tawuran. Ia melarang keras keterlibatan dalam perundungan, tawuran, serta segala aktivitas yang tidak bermanfaat.
”Kami dan seluruh tenaga pendidik insya Allah akan terus menjaga dan membimbing anak-anak menjadi pribadi yang hebat, disiplin, dan sukses. Jika muncul potensi masalah, kami siap siapkan pendampingan maksimal,” tegasnya.
Menyikapi kasus tawuran yang kerap terjadi lintas wilayah Ciampea hingga Cibungbulang, Yosan menyampaikan komunikasi intensif telah terjalin dengan Kapolsek setempat.
”Alhamdulillah, penanganan berjalan baik. Pihak kepolisian telah menangkap anggota, ketua, hingga pengurus kelompok, dan saat ini sedang dalam proses pembinaan serta penyidikan,” ungkapnya.
Ketua Panitia MPLS 2026 SMK Pelita Ciampea, Ramdani, menjelaskan konsep acara disusun untuk memberikan dampak nyata: sebagai ajang promosi sekaligus menunjukkan eksistensi pendidikan kejuruan yang didukung penuh masyarakat. Penampilan tidak hanya dari siswa, namun juga persembahan khusus dewan guru.
Pihak sekolah juga menegaskan penerapan aturan tegas terkait penggunaan media sosial. Setiap siswa yang menyebarkan konten meresahkan, berunsur SARA, perundungan, atau penghinaan akan segera ditindaklanjuti. Telah dibentuk tim khusus media sosial dan tim kesiswaan digital untuk pengawasan, penindakan cepat, hingga pendekatan kekeluargaan bersama orang tua guna mencegah dampak lebih luas.
Sementara itu, Camat Ciampea, Yudhi Utomo, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan ini. Menurutnya, pembekalan karakter sangat penting sebagai fondasi awal jenjang kejuruan.
”Kami berharap seluruh materi yang diterima benar-benar dipahami dan diamalkan, agar siswa tumbuh cerdas dalam ilmu dan keterampilan, sekaligus berakhlak mulia, menjaga kerukunan, dan menjauhi perilaku merugikan,” ujar Yudhi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa baru siap mengikuti pembelajaran rutin dengan bekal pemahaman lingkungan, potensi diri, serta kesadaran menjaga nama baik diri dan sekolah, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.











